ArtikelDiskusiRiwayat

Sejarah Larangan Perjudian

Dari Lotopedia, ensiklopedia lotere dan permainan angka

Pengertian

Larangan terhadap perjudian memiliki sejarah sepanjang perjudian itu sendiri — hampir setiap peradaban yang mengenal permainan peluang pada akhirnya juga mengatur atau melarangnya. Halaman ini meninjau sejarah larangan perjudian di berbagai negara dan budaya, dari zaman kuno hingga era modern.[1]

Era kuno dan klasik

Kekaisaran Romawi melarang perjudian di luar festival Saturnalia, dengan pelanggaran dikenakan denda empat kali lipat dari taruhan. Di Tiongkok, meskipun permainan angka (cikal bakal lotere) digunakan untuk mendanai proyek publik, perjudian berlebihan dilarang oleh berbagai dinasti. Tradisi Islam melarang perjudian (maisir) berdasarkan ayat-ayat Al-Quran, menjadi dasar bagi larangan di negara-negara Muslim hingga saat ini.

Eropa abad pertengahan hingga modern

Kerajaan-kerajaan Eropa memiliki hubungan ambivalen dengan perjudian — sering melarang perjudian bagi rakyat umum sambil mempertahankan lotere kerajaan sebagai sumber pendapatan. Inggris melarang lotere pada 1826 setelah skandal korupsi, namun melegalkan kembali pada 1994 dengan National Lottery. Siklus larangan-legalisasi ini umum di banyak negara Eropa.

Asia

Di Asia Tenggara, Indonesia melarang seluruh bentuk perjudian melalui UU 7/1974, setelah sebelumnya memiliki lotere semi-resmi (SDSB). Brunei menerapkan larangan total serupa. Sebaliknya, Singapura, Malaysia, dan Filipina memilih jalan regulasi — mengizinkan perjudian dalam kerangka yang diawasi ketat. Perbandingan lengkap tersedia di Regulasi ASEAN.

Tren global: dari larangan ke regulasi

Tren global dalam beberapa dekade terakhir menunjukkan pergeseran dari model larangan total ke model regulasi. Alasan utamanya: larangan terbukti tidak efektif menghentikan aktivitas perjudian — hanya mendorongnya ke pasar gelap di mana tidak ada perlindungan konsumen, pendapatan pajak, atau pengawasan. Contoh terbaru: Jerman (2021), Belanda (2021), dan beberapa negara bagian AS (2018+) yang sebelumnya melarang perjudian daring kini menerapkan regulasi.

Efektivitas larangan

Pengalaman global menunjukkan bahwa larangan total terhadap perjudian memiliki efektivitas yang terbatas. Di Indonesia, meskipun perjudian ilegal sejak 1974, industri togel daring tetap berkembang pesat — platform beroperasi dari luar yurisdiksi Indonesia dan diakses oleh jutaan pemain. Situasi serupa terjadi di banyak negara lain yang menerapkan larangan total. Observasi ini bukan argumen untuk atau melawan legalisasi — melainkan dokumentasi faktual tentang dampak kebijakan.

Lihat juga

Referensi

  1. Basis Data Peraturan — BPK RI. https://peraturan.bpk.go.id
Halaman ini terakhir diubah pada 31 Maret 2026.